Akhir perjalanan hidup - Sampai bertemu lagi ibu

makam

makam

Rabu 15-Agustus-2012 sekitar pukul 6 sore saya mendapat kabar kesekian kalinya bahwa kondisi ibu saya sedang menurun, sering muntah-muntah dengan sendirinya

Setelah berdiskusi akhirnya segera dipanggilkan dokter untuk memeriksa kondisi tubuh ibu

Kamis 16-Agustus-2012 Pukul 12 malam ada kabar masuk ke HP kalau ibu muntah keluar cairan hitam dari mulutnya dan sudah mulai tidak sadar

Saya yang waktu itu sedang I'tikaf di masjid berusaha menenangkan kakak perempuan yang sedang panik

Dan saat itu saya juga mencoba menenangkan diri sendiri dengan mencoba berdialog dengan Tuhan sambil memohon ketenangan dan agar dipilihkan jalan terbaik bagi kita semua

Di sela-sela I'tikaf saya dapat kabar via sms lagi yang mengabarkan kalau kondisi ibu sudah mulai tidak sadar dengan nafas pendek-pendek

Setelah itu saya tidak mendapat kabar lagi sampai saya selesaikan segala macam urusan I'tikaf dan akhirnya harus tertidur pukul 6 pagi

Saya terbangun pukul 8 pagi dan saya lihat ada beberapa miss call dari istri dan kakak perempuan, seketika saya merasakan hal yang tidak enak sehubungan dengan firasat semalam sewaktu membaca Al-Quran

Lalu saya telpon ke surabaya untuk menanyakan kabar dan ternyata disana semua saudara sudah kumpul semua lalu kakak saya menyuruh saya bilang sesuatu ke ibu agar semuanya lancar

"Bu iki aku...., aku wes ikhlas yo bu, gak popo bu aku wes ikhlas yo..." Lalu saya mencoba tuntun dengan bacaan syahadat berulang-ulang

Telpon saya tutup lalu saya mencoba menenangkan diri lagi sambil mencoba berdialog kepada Tuhan melalui Alquran dan kebetulan saat itu saya membuka ayat yang menyatakan bahwa Jika Allah sudah berkehendak maka segala sesuatu tidak ada yang bisa menghalanginya

5 menit kemudian ada telpon masuk.......

.....Innalilahi Wa Innalilahi Rojiuun....., ibu saya akhirnya harus menghadap kepada Sang Pencipta

Perasaan campur aduk di hati antara perasaan "lega" dan kehilangan semuanya bergantian memenuhi pikiran yang sudah tidak lagi bisa konsen

Akhirnya hanya sholat 2 rakaat sajalah yang bisa menenangkan saya untuk bisa mengambil keputusan terbaik berdasar kondisi arus mudik, ketersediaan tiket dan jadwal pemakaman

Setelah semua berangsur tenang, diceritakan kembali bahwa sebelum saya telpon, saat itu kaki ibu sudah mulai dingin dan hanya badan bagian atas saja yang masih hangat sambil bibir lirih mengucap Allah.... Allah.... Allah....

Sesaat setelah selesai terima telpon saya, berangsur-angsur tubuh bagian atas berubah dingin me-mucat dan naik perlahan sampai ke kepala dan akhirnya....., ruh bisa bebas meninggalkan jasad yang terbujur kaku dan terputus sudah semua amalan di dunia ini, Innalilahi Wa Innalilahi Rojiuun...

11 tahun sudah ibu mengalami stroke dan harus tiduran terus di kamar

11 tahun ibu harus menunggu giliran sambil melihat teman-temannya, saudara, anak pertama (kakak saya) dan suami (bapak saya) terlebih dahulu pergi meninggalkannya

11 tahun lamanya ibu hanya bertemankan lafadz Al-Quran, dzikir dan sholat karena memang hanya itu yang bisa dikerjakan

78 tahun masa kontrak hidup ibu di dunia ini yang dijalaninya dengan penuh warna

Semoga sakitnya ibu dan segala amal ibadahnya bisa di terima di sisi Allah SWT

Semoga kejadian ini bisa menjadi pengingat bagi saya dan teman-teman semua akan pentingnya menyiapkan bekal amal kebaikan sebelum jadwal kematian memanggil kita

Terima kasih,


Salam sukses dunia akherat,

makam

makam