Tanjakan Salada Trail Perdana Bagi Kayla Dan Syauqi
Sabtu 21 November saya sekeluarga sudah berencana mau main ke curug Cibingbin bareng sama temen-temen TDARunners
Karena sama anak istri jadi jalurnya dipilih dari Sentul Nirwana ke Curug Cibingbin - Curug Ngumpet main-mainan air lalu pulang lagi ke Sentul Nirwana, jadi estimasi jam 1 an sudah sampai bawah
Berangkatlah saya, istri, kayla, dafi, sauqi (anak dafi), yulia, ari, teguh dari sekitaran sentul nirwana
Rencana kita selain main ke curug juga mau pasang marka jalan buat penanda bagi mereka yang mau menuju ke curug Cibingbin
Perjalanan ke curug cibingbin biasa aja dan ternyata sampai sana hanya sekitar 3K dan kayla sekarang protes kalau jaraknya terlalu deket, udah jauh-jauh bangun pagi jaraknya cuma deket dan belum pegel hahaha....
Setelah berunding sama dafi yang juga bawa anak umur 11 tahun akhirnya di putuskan lanjut ke bukit Paniisan lewat tanjakan Salada yang tanjakannya udah naik 1 level dan bukan buat pemula
Kuatir juga kita, kira-kira kuat gak ya..?? kira-kira kapok gak ya kalau ketemu tanjakan ini..?? tapi ya udahlah, semua kekuatiran itu akan terjawab kalau sudah dijalani dan akhirnya kita berdelapan berangkat ke Paniisan lewat jalur Salada Trail
Tanjakan salada ini jalurnya harus naik ke atas dari curug Cibingbin, melewati batu-batu besar di sungai, lewatin akar dan ranting pohon yang besar dan dari awal sudah langsung nanjak jalurnya
Tanjakan tidak ada habis-habisnya, naik terus terus dan terus, pokoke naik terus dan kalau gak salah jaraknya sekitar 1.5K dari Cibingbin ke bukit Paniisan
Sepanjang jalan aku perhatiin terus kondisi kayla dan istri, selalu tak ingetin kalau nafas ngos-ngosan atau kaki udah gak kuat mending brenti dulu buat atur nafas lalu jalan lagi, nggak masalah kalau harus 2-3 langkah brenti asalkan sepanjang jalan aman
Kabar baiknya jalur Salada Trail ini adalah jalurnya adem banyak pepohonan dan disuguhi pemandangan yang sangat-sangat bagus, jadi disarankan harus lewat sini buat menikmati pemandangan yang indah banget tetapiiii...... fisik harus disiapkan dulu tidak boleh modal nekat karena kalau cuma modal nekat, yang ada nanti malah ngeluh dan tidak bisa menikmati pemandangan
Justru kesempatan seperti ini bisa sekaligus buat ngajari anak cara pendakian dan melatih mental biar kuat
Tanjakan salada ini aku inget sama tanjakan B29 di Bromo yang harus ngeloop 2x sewaktu ikut BTS 102K, mirip-mirip tanjakannya cuma bedanya di B29 itu single track
Dan setelah lebih dari 1 jam akhirnya kita semua bisa sampai warung pak Jajang, warung satu-satunya di bukit Paniisan
Surprise dan seneng banget melihat anak istri bisa melewati tanjakan Salada dan kalau tanjakan Hambalang, Salada terlewati artinya untuk tanjakan-tanjakan lainnya bisa menjadi semakin lebih mudah, Insya Allah
Warung pak Jajang ini menunya lengkap, enak-enak dan murah, harganya tidak ngetok dompet bahkan kalau mau refill air putih juga ada air rebusan di teko
Situasi istirahat sambil ngobrol ini menjadi salah satu momen berharga selama perjalanan, kita bisa saling ngeledek, saling ngetawain dan banyak rahasia terbongkar disini, banyak obrolan unfaedah sewaktu istirahat hahahaha.....
Di sela-sela ngobrol akhirnya diputuskan ke Curug Kalimata, sebuah curug yang masih baru yang masih belum terbuka jalurnya, katanya sih hanya 2K dari warung, ya okelah, yang penting ada anak pak Jajang bisa nganterin soalnya dia yang tahu jalur
Jalur ke Curug Kalimata sudah dibikinin petunjuk dari kayu jadi kita tinggal ngikutin tetapi di beberapa titik persimpangan belum ada marka jadi selama perjalanan menuju curug Kalimata, kita pasangin marka
Ternyata jalur kesana sangat menantang banget. Jalurnya banyak yang masih tertutup rumput dan kalau tidak hati-hati, kaki bisa kejeblos dan bisa jadi langsung masuk jurang karena di beberapa jalan ada yang hanya setapak dengan tanah yang gampang longsor kala diinjek apalagi pas musim hujan, pasti lebih mudah ambles
Karena jalurnya belum rapi dan sangat menantang maka dibutuhkan jam terbang hiking sebelum menuju kesana, sangat tidak di rekomendasikan bagi pemula kecuali ada yang mengawal dan siap menanggung segala resiko
Curug Kalimata memang tersembunyi dan belum banyak yang datang. Lumut di batu masih banyak, semua batu licin banget yang artinya memang belum banyak yang nginjek sekitar situ
Sekitar 30 menit kita main-mainan air sampai puas, airnya bener-bener seger banget
Rintik hujan mulai turun, segala macam baju kering saya masukkan tas plastik, hp, power bank dimasukkan vest yang ditutupin rain cover biar aman dan mulai lanjut perjalanan
Dan baliknya dalam kondisi hujan lebih menantang dibanding berangkat karena hujan deras banget ditambah jalanan tanah semakin licin
Hujan semakin deras dan perjalan 2K terasa lama banget, kabut tebal mulai turun. Kombinasi bagus banget antara kabut tebal dan hujan tetapi bisa jadi petaka kalau kelamaan di hutan
Dalam kondisi seperti ini jalan terbaik adalah berjalan terus dan kalaupun mau berhenti tidak boleh lama-lama karena udara dingin akan bikin menggigil
Alhamdulillah setelah melewati perjuangan menembus hujan akhirnya semua bisa selamat sampai ke warung paniisan dan minum air hangat sambil makan banyak bisa jadi obat ngilangin lapar sekaligus buat tambahan balik ke lokasi awal
Setelah makan minum dan ngobrol dengan temen yang juga sama-sama nge-trail di sana, kita lanjutkan perjalan balik ke Sentul Nirwana melewati jallur memutar biar lebih aman biarpun resikonya jarak lebih jauh tetapi tidak apa-apa karena keamanan lebih penting dari yang lain
Sepanjang perjalanan pulang juga tetap kehujanan dan dapat bonus jalanan lumpur yang jadi licin banget, biarpun hati-hati tetep aja kepleset karena saking licinnya
Perjalanan di alam bebas selalu penuh kejutan dan mau tidak mau kita harus siap dengan segala kemungkinan dan salah satu caranya adalah senantiasa melatih mental tidak kenal menyerah, mental bertarung