Lanjut atau binasa di AEC 2015

2015 katanya akan terjadi "malapetaka" karena Indonesia tidak siap dengan AEC (ASEAN Economic Community) yang saya sendiri kurang paham banget artinya biarpun bolak-balik baca

Setau saya, di tahun 2015 nanti semua produk ASEAN akan bebas kemana-mana termasuk produk Indonesia yang akan lebih gampang masuk ke negara lain

Naaaaaah kalau bener segampang itu berarti kita bisa punya kantor di 9 negara menggunakan virtual office

Bisnis droship dari philiphina untuk kirim ke malaysia akan gampang dan begitu pula ke negara lain

Potensinya sangat besar banget, saya bisa jualan durian monthong thailand ke supplier di singapura biar mereka bisa dijual lagi ke Indonesia

Beli beras vietnam lalu dijual ke indonesia, pasti asyik kalau pakai cara seperti itu, pakai sistim dropship

Lalu kenapa kok bukan durian petruk yang dijual atau beras cianjur yang dikirim ke vietnam..??

Itu pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena pasti bikin sakit hati banget

Yang jelas yang menjadi masalah utama disini itu adalah ongkos kirimnya yang luar biasa mahal

Belum lagi kalau ketahan di pelabuhan, "biaya parkirnya" per kontainer bisa ngabisin margin dan ditambah lagi banyak "siluman" yang mintain duit

Disini juga banyak peraturan yang aneh-aneh, sering berubah dan tumpang tindih

Sebetulnya sudah banyak produk-produk Indonesia yang memenuhi standart, mereka sudah punya sertifikasi halal, pirt dan bermacam-macam sertifikat cuma sewaktu harus "bertarung" di lapangan, berjuta hambatan menghadang di depan mata

"Kenapa gak jual di Indonesia aja, kan penduduknya banyak...?" Kata beberapa temen

Bener juga sich cuma kok kayaknya kurang asyik kalau mainnya cuma di lokal aja sedangkan negara tetangga menyerang kita dari segala penjuru

Semua produk di jejelin ke kita dan kalau sudah begini lama-lama pemain lokal akan habis dan tinggal yang kuat yang akan merajai

"Pemerintah sudah banyak membantu UKM lho, ada sertifikasi gratis, ada pameran ke luar negeri gratis, ada pinjaman murah dll, apa itu masih kurang..?"

Kurang atau enggak ya tergantung, tergantung kita mau jadi pemain apa. Kalau jadi pemain lokal semua yang diberikan pemerintah sudah cukup cuma kalau mau naik kelas lagi kayaknya masih kurang banyak

Makanya banyak temen-temen yang lebih seneng jalan sendiri ketemu dengan para pengusaha di luar sana tanpa perlu di bantu pemerintah

Temenku pernah kirim surat ke kedutaan di luar sana, dia info bahwa pada tanggal sekian dia mau bertemu dengan para pengusaha di sana, dia minta petunjuk kira-kira langkah apa yang harus disiapkan

Dan tahu tidak apa jawabannya..?? NGGAK ADA JAWABAN SAMA SEKALI....!!!

Temenku itu nggak minta duit atau fasilitas lain, dia sekedar info bahwa ada beberapa pengusaha Indonesia yang akan berkunjung kesana, hanya itu aja

Waduuuuhh...... kalau tujuan untuk menjual produk Indonesia ke luar negeri gak direspon lalu apa ya yang di respon..?? Gimana caranya biar responnya cepet..??

Emang bener kata orang-orang, sekarang yang terpenting adalah masalah persiapan, siapa yang siap maka dia pasti bisa merengguk keuntungan

Mulai sekarang mari kita berlatih melakukan perdagangan antar negara baik export maupun import, mumpung masih ada 2 tahun lagi

Perbaiki bahasa inggis, mandarin dan bahasa lainnya untuk mempermudah transaksi

Tanpa perlu campur tangan pemerintah kita pasti BISA...!!!


Salam sukses dunia akherat,