Sharing Property Plus di Property Club Bekasi - Road to Villa TDA part 1

IMG00762Bertempat di bekasi Square tanggal 11-oktober, Property Club mengadakan pertemuan untuk yang kesekian kalinya tetapi pertemuan hari ini yang dihadiri oleh sedikit member sangat istimewa karena ada sharing dari pak Ato dan saya yang 2 hari kemarin habis mengikuti workshop property Plus di Hotel Maharani. Cerita workshop bisa dibaca disini.

Diceritakan kepada kawan-kawan Property Club Bekasi ini bahwa konsep bisnis pak Bambang dari Property Plus ini sangat baik dan patut di contoh yaitu konsep bisnis berbagi dengan yang lain, menolong yang lemah biar bisa bangkit. Hal ini senafas dengan misi TDA yaitu bersama menebar rahmat.

Ingin rasanya dari TDA entah itu TDA Bekasi atau TDA pusat atau manapun bisa mengundang pak Bambang untuk bisa berbagi ilmunya dan membimbing kawan-kawan agar bisa maju.

Menanggapi keinginan diatas, muncul komentar yang beragam dari kawan-kawan tetapi ada yang paling menarik sekali yaitu soal "kenekatan" dari TDA. Kultur dari TDA itu beda dengan Enterpreneur University atau biasa disebut EU. Orang EU itu orangnya "gila" semua dan cenderung "grusa-grusu" dalam berbisnis sedangkan type orang TDA masih ada "perhitungan matematis" yang biasanya kalau terlalu dihitung malah jadi faktor penghambat yang akhirnya tidak jadi berbisnis.

Hal ini terbukti dari milist yang pernah muncul di TDA yang waktu itu mempermasalahkan soal biaya 100.000 sebagai biaya training padahal yang memberikan materi training itu bukan orang sembarangan, seorang master trainer yang biayanya bisa sampai jutaann rupiah jika kita mengundang sendiri.

Melihat dari kasus diatas, apakah bisa kawan-kawan TDA secara spontanitas mengeluarkan uang 2.500.000 untuk biaya workshop selama 2 hari yang belum tahu seperti apa trainingnya itu..?? apa bisa kawan-kawan TDA mengeluarkan jutaan rupiah sebagai modal awal project untuk sebuah project yang nilainya diatas 10.000.000.000...?? Apakah bisa kawan-kawan TDA mengambil keputusan saat itu juga untuk bisa mengeluarkan uang jutaan rupiah..??

Di workshop Property Plus seperti yang saya tulis disini, semua membernya wajib mengeluarkan dana awal untuk operasional kantor dan beli tanah. Semua member menuliskan di secarik kertas berapa kemampuan untuk modal awal ini. Hal ini penting karena menurut saya cara ini digunakan untuk mengukur keseriusan. Jika hanya membaca tulisan ini pasti akan ada penolakan dari hati, untuk urusan seperti ini memang harus terjun langsung di workshop, merasakan feel-nya, cium aromanya dan baru bisa mengambil keputusan.

Buat saya, untuk pengambilan keputusan, saya cukup melihat siapa saja yang hadir dan bagaimana sikapnya. Ada kawan-kawan yang saya kenal baik bisnisnya yang ikut hadir di acara ini seperti pak agus ali, pak sonny sofjan, pak ato sunarto dan beberapa orang yang saya kenal di lokasi yang bisnisnya juga bukan bisnis "kacangan". Saya cuma mikir, mereka aja berani masak saya gak berani, apa kata dunia....

Saya yakin kawan-kawan TDA pasti bisa menjawab semua pertanyaan diatas dengan baik dan bisa mengambil keputusan dengan bijaksana.

Judul diatas sengaja saya tambahkan kata-kata Road to Villa TDA part 1 biar ada ceritanya seperti yang saya lakukan sewaktu Tour De Java. Mimpi punya villa TDA itu pada bulan Mei 2010 jadi kalau dari bulan ini sudah ada titik terang, seharusnya hanya sampai seri 8 atau 8 bulan harus sudah jadi Villa TDA entah bagaimana bentuknya. Yang penting sudah ada badan usahanya dan syukur-syukur bisa peletakan batu pertama untuk villa TDA.

Dengan berpegang pada prinsip pak Bambang yaitu jujur... jujur... jujur dan sabar maka saya yakin kita juga bisa seperti mereka. Kita akan bisa mewujudkan semua mimpi dengan kebersamaan. Selamat bersinergi dan semoga saya tidak harus melanjutkan tulisan ini sampai seri 100

salam sukses dunia akherat,

Artikel terkait