Disini, guru bisa nentuin gaji sendiri

SMKN 2 SubangBener, anda tidak salah baca judul, disini guru bisa nentuin gaji sendiri, Ceritanya begini...........

Hari minggu 3-Januari-2010 saya bersama kawan-kawan Cikarang berlkunjung ke SMKN 2 Subang. Lokasinya arah ke Ciater, lokasinya berada di sebelah kanan setelah pintu gerbang selamat datang di kota Subang.

Pertama kali masuk sudah terasa sekali perbedaan suasana. Lokasinya sangat luas dan banyak pepohonan, yang kelihatan paling dominan saat itu adalah pohon rambutan yang memang sedang musim.

[caption id="attachment_747" align="aligncenter" width="300" caption="disini siswa otomotif mengerjakan order perakitan kabel pesanan perusahan motor jepang. Siswa mendapat penghasilan lebih besar dari pekerja pabrik"]disini unit otomotif mengerjakan order dari perusahaan sepeda motor Jepang. Dari order ini para siswanya sudah bisa menerima gaji seperti pekerja pabrik malahan bisa lebih besar[/caption]

Di SMKN 2 Subang yang dipimpin oleh bapak Prijantono sebagian besar muridnya adalah anak yatim, penduduk dengan kehidupan sangat minim (kalau tidak mau dibilang miskin), janda S1 dan S2 (istilah pak Pri yang artinya janda anak 1 dan janda anak 2), dsb. Pak Pri sangat meyakini sekali bahwa sekolah ini bisa survive dan bisa berkembang karena salah satunya adalah menolong para anak-anak yatim dan orang-orang miskin di sekitar.


SMKN 2 Subang ini mempunyai 14 unit usaha seperti Tata Boga, Tata Busana, Pelayaran, Otomotif, Pariwisata, Perkebunan, Perikanan, Pertanian, Teknik, Teknologi Informasi, dll yang saya sendiri lupa apa aja bentuknya. Yang paling saya ingat itu adalah bahwa di sekolah ini setiap murid-nya benar-benar GRATIS untuk sekolah, kenapa....??? karena sekolah ini sudah bisa menghidupi dirinya sendiri lewat produksi dari 14 unit usahanya.

[caption id="attachment_748" align="aligncenter" width="300" caption="sebagian kecil dari salah satu sudut kebun semangka dan jagung yang siap panen beberapa minggu lagi"][/caption]

Sebagai contoh, untuk menyediakan makan siang buat 2000-an taruna-nya (sebutan buat murid) bisa disediakan oleh bagian Tata Boga. Untuk seragam oleh bagian Tata Busana. Bagian Otomotif sudah mendapat kontrak tetap dari perusahaan sepeda motor Jepang untuk perakitan kabel-kabel kelistrikan yang nantinya dikirim ke pabrik. Bagian Pelayaran sudah sering mengirimkan tarunanya untuk mengikuti pelayaran ke luar negeri yang tentu saja mereka mendapatkan gaji yangcukup besar sekembalinya pulang ber-layar. Kalau cuma 100.000.000 itu sich kecil.....


SMKN 2 Subang ini mempunyai visi menjadi sekolah wirausaha dan saat ini-pun sudah kelihatan hasil pada lulusannya. Sekolah ini tidak semata-mata meluluskan siswanya untuk sekedar siap kerja tetapi siap untuk membuka lapangan pekerjaan. Melalui program pendampingan maka diharapkan para lulusannya bisa menjadi enterpreneur dengan cara membuka lahan pertanian sendiri, punya toko, sendiri, punya kolam sendiri dan punya segala-nya sendiri tanpa perlu menyusahkan orang lain.

[caption id="attachment_749" align="aligncenter" width="300" caption="ikan seperti ini banyak banget, tersebar di beberapa kolam yang luas sekali"][/caption]

Pak Pri selaku kepala sekolah yang ber-otak kanan mengundang mereka semua yang mau ikut mengembangkan potensi yang ada di sekolah ini. Potensi yang siap untuk digarap seperti




  1. Pembangunan ruangan makan yang bisa menampung 2000 - 3000 siswa

  2. Pembangunan penginapan buat taruna

  3. Pembangunan guest house (penginapan) buat tamu

  4. Pembuatan arena outbond

  5. Pengembangan wisata agrobisnis

  6. Bisnis travel, mis dari Subang ke Jakarta yang bisa dikombinasikan dengan bisnis travel pariwisata

  7. Bisnis travel pariwisata

  8. Pengembangan bisnis perikanan

  9. Pengembangan bisnis pertanian

  10. Pengembangan bisnis perkebunan

  11. Dan beberapa pengembangan bisnis lainnya


[caption id="attachment_750" align="aligncenter" width="300" caption="pengembangan ternak sapi dan domba sangat memungkinkan sekali. Pakan berlimpah dan kotoran sapi bisa digunakan sebagai bahan bakar"][/caption]

Pengembangan bisnis sangat memungkinkan karena semua infrastruktur standar sudah ada seperti jalan beraspa/makadam, kolam, daerah berbukit-bukit, listrik, air, dsb.


Sekarang saatnya kita ber-bisnis sambil mengharapkan pahala akherat, seperti postingan saya yang terdahulu disini bahwa bisnis itu harus menghasilkan laba, nama dan pahala

Salam sukses dunia akherat,